Cinta Nggak Bisa Buru-buru

Segala sesuatu ada waktunya. Kita semua tahu hal itu. Ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk menuai hasilnya. Ada waktu untuk menjadi bayi, ada waktunya pula untuk meninggalkan masa kanak-kanak dan tumbuh menjadi orang dewasa.

Jika berbicara tentang pernikahan, maka akan kita dapati bahwa tak semua orang yang menikah ternyata siap untuk menjalani kehidupan pernikahan itu. Oleh karena itu, jika saat ini Anda belum menikah, maka ada baiknya Anda waspada.

Kaum pria adalah kaum yang terkenal dengan kebebasannya. Seorang pria harus dibiarkan untuk merasa puas dalam menjalani kebebasannya atau kehidupan lajangnya sebelum dia melangkah masuk dalam tanggung jawab yang lebih besar lagi, yaitu pernikahan.

Jadi, jika saat ini kekasih Anda masih terlihat asyik dengan kesendiriannya, maka kemungkinan besar dia belum siap untuk berkomitmen ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam hal ini, jika Anda merasa sudah siap, maka Anda diperhadapkan pada dua pilihan, yaitu menunggu sampai dia siap atau pergi meninggalkannya dan mencari pria lain.

Apa jadinya jika Anda tak ingin menunggu dan ‘memaksa’ dia untuk segera menikahi Anda? Ya, mungkin dia akan mau menikahi Anda, namun pernikahan tak bahagia boleh dikata siap menanti Anda di depan.

Dia akan menjadi suami yang suka keluyuran, lebih suka bersama dengan teman-temannya daripada bersama Anda, bahkan lebih mementingkan hobi daripada tanggung jawabnya pada keluarga.

Jika saat ini Anda memiliki suami yang bertingkah demikian, maka mungkin hal ini disebabkan dia kurang puas dalam menikmati masa lajangnya dulu, sehingga jiwa mudanya masih bergelora.

Bagi Anda yang sudah menikah, maka belum terlambat untuk memperbaiki keadaan rumah tangga yang demikian. Salah satu hal yang bisa Anda lakukan adalah menjadi teman bagi suami Anda. Buatlah janji kencan yang romantis! Bangkitkan kembali kenangan saat-saat pacaran dulu! Jadilah pacarnya lagi!

Bangkitkan kerinduannya untuk selalu bersama dengan Anda. Lakukan hobi bersama-sama! Namun, jika sewaktu-waktu dia ingin melakukan kegiatan hobinya sendiri atau keluar bersama teman-temannya, izinkan dia melakukannya.

Beritahu bahwa Anda akan menantinya di rumah. Siapkan makanan favoritnya. Lakukan segala hal terbaik yang bisa Anda lakukan tanpa motivasi ingin ‘mengurung’ dia.

Hal-hal positif ini akan membuat dia rindu untuk selalu dekat dengan Anda. Sebaliknya, segala omelan dan kritikan akan membawanya semakin jauh dari Anda, sebab hal ini menunjukkan bahwa Anda tidak mengerti dia seutuhnya.

Namun, jika saat ini Anda belum menikah, dan bersedia menunggu pasangan yang demikian, maka sibukkan diri Anda. Beri perhatian pada orang lain.

Jalinlah persahabatan dengan banyak wanita. Bekerjalah, nikmatilah hidup Anda tanpa dirinya. Jangan bergantung atau berharap penuh padanya! Bersikaplah mandiri! Hal ini untuk menghindarkan Anda supaya Anda tidak jatuh pada rasa mengasihani diri sendiri.


Jangan merasa atau berpikir bahwa Anda sedang ditolak. Hal ini terjadi semata-mata hanyalah karena dia masih butuh waktu lebih untuk menikmati kesendiriannya.

Percayalah, jika dia siap, maka dia sendiri yang akan datang dan melamar Anda. Pria akan melakukan dengan sepenuh hati apa yang harus dia lakukan jika hatinya telah mantap. Jadi, jangan buru-buru!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s