Menguji Saat Pandangan Pertama

 

 

 

 

 

 

 

Ada tiga fase dalam proses ketertarikan saat pandangan pertama, saling mengenal hingga memutuskan jadian alias pacaran.

1. Pandangan pertama

2. Saling  menguji (meneliti)

3. Meresmikan  perjanjian pribadi.

Secara ringkas dijelaskan di bawah ini:

1. Pandangan pertama

Entah bagaimana, seseorang bisa merasakan bahwa orang lain itu mempunyai kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya yang terdalam.

Perasaan “cinta pada pandangan pertama” sebagaimana yang disuarakan oleh para penyair tidak lain dan tidak bukan adalah pengakuan yang penuh warna tentang bagaimana orang lain itu mempunyai kapasitas untuk memenuhi kebutuhan terdalam yang dirasakannya.

Tahap “cinta pada pandangan pertama” ini bisa diumpamakan seperti transmisi dan penerimaan getaran sonar/ sinyal radio. Gaya kepribadian seseorang itu seperti sebuah transmitter (menara pemancar) yang terus menerus mengeluarkan sinyal pesan pada frekuensi tertentu.

Pesan tersebut menyimpan kisah hidup orang tersebut: siapa dia, bagaimana dia memandang dunia ini dan memandang orang lain, dan bagaimana dia memaknai dan memandang kehidupan ini.

Pesan tersebut juga memuat sejumlah ekspektansi tentang apa yang akan dilakukan dan tidak dilakukan oleh orang tersebut, bagaimana dia ingin diperlakukan, dan bagaimana ia akan memperlakukan orang lain.

Kita bisa membaca pesan-pesan ini bukan hanya melalui pembicaraan, akan tetapi juga melalui apa yang disampaikan tanpa kata-kata. Pesan tanpa kata ini, mungkin tidak terperhatikan oleh orang lain akan tetapi bisa ditangkap oleh orang-orang tertentu.

Seseorang yang pada saat itu sedang mencari pasangan yang bisa melengkapi atau memenuhi kebutuhan diri yang tidak disadarinya akan menyetel antena penerimanya pada frekuensi yang sama. Ketika transmisi ini diterima dari “seberang ruangan yang penuh sesak dengan manusia” maka kemungkinan besar akan muncul respon “ saya mengenalimu”.

2. Saling Meneliti

Proses saling meneliti ini akan meliputi adanya pengamatan yang sungguh-sungguh terhadap latar belakang seseorang, hal-hal apa yang menarik baginya dan nilai-nilai apa yang dipegangnya. Anda mulai mengajak makan dan nonton bareng atau menyaksikan pertunjukan konser bersama kawan-kawan, sambil memperhatikan dan meneliti.

Bisa membuat acara-acara yang disengaja dan direkayasa agar teman baik Anda itu datang ke rumah. Misal, membuat acara ulangtahun, dsb. Sebaliknya, Anda sengaja mengirim sesuatu saat Ortu teman Anda berulangtahun. Proses saling meneliti ini bisa berlangsung  sampai 12 bulan—atau bisa lebih lama dari itu.

3. Meresmikan Perjanjian pribadi

Di fase ke-3 akan muncul persetujuan bersama tentang masa depan hubungan mereka berdua. Keputusan ini bisa diambil secara singkat dan mulus tanpa adanya gangguan atau bisa juga memakan waktu yang lama disertai berbagai gejolak.

Keluarga atau teman bisa saja menyatakan keberatan. Dari sudur pandang kebudayaan, sering terjadi calon pasangan dianggap sebagai tidak cocok dengan yang ideal dalam kebudayaan itu. Selanjutnya akan terjadi kebingungan dan disonansi/ketidakharmonisan.

Biasanya hal ini akan melahirkan rasionalisasi dan angan-angan tidak realistik untuk merubah sang calon pasangan. Pasangan yang tanpa disadari terbentuk dari dua gaya kepribadian yang berbeda ini pada akhirnya akan bisa membangun atau mematahkan suatu hubungan.

Usaha menjadi pasangan ini bukan berarti berpadunya dua gaya kepribadian. Sebaliknya, hal yang berlawanan sering menjadi sesuatu yang menarik justru karena mereka saling melengkapi satu sama la.

Sebagai contoh, seseorang yang agresif dan keras kepala mungkin menginginkan pasangan yang suportif dan yang menurut; sama seperti seseorang yang pasif dan penurut mungkin justru mencari pasangan yang berkepribadian kuat sehingga dia bisa mengandalkan pasangannya. Atau, seseorang yang mempunyai kebutuhan mendalam untuk diterima dan untuk menyenangkan orang lain, mungkin akan memilih calon pasangan yang suka menuntut adanya penghargaan dan ketundukan; kadang dalam cara yang mementingkan diri sendiri.

2 responses to “Menguji Saat Pandangan Pertama

  1. romantis banget sheeee…..????????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s