Pertemuan Ke 12

 BAB I

RINGKASAN, IKHTISAR, RANGKUMAN

  1. A.       Pengertian Ringkasan

Bentuk ringkas dari karangan yang masih memperlihatkan sosok dasar dari aslinya. Inti tidak meninggalkan urutan dasar yang melandasinya. Dengan kata lain memangkas hal-hal yang lebih kecil yang meliputi gagasan utama bacaan, kerangka dasar masih tampak jelas.

Ringkasan adalah penyajian karangan atau peristiwa yang panjang dalam bentuk yang singkat dan efektif. Ringkasan adalah sari karangan tanpa hiasan. Ringkasan itu dapat merupakan ringkasan sebuah buku, bab, ataupun artikel. Fungsi sebuah ringkasan adalah memahami atau mengetahui sebuah buku atau karangan. Dengan membuat ringkasan, kita mempelajari cara seseorang menyusun pikirannya dalam gagasan-gagasan yang diatur dari gagasan yang besar menuju gagasan penunjang, melalui ringkasan kita dapat menangkap pokok pikiran dan tujuan penulis.

Ciri-ciri ringkasan:

  1. Inti tidak meninggalkan urutan dasar karangan.
  2. Kerangka dasr masih tampak jelas
  3. Memangkas gagasan utama menjadi lebih ringkas
  4. Tujuannya untuk  memangkas gagasan.
  1. B.       Cara Membuat Ringkasan

Ada beberapa pegangan yang dipergunakan untuk membuat ringkasan yang baik dan teratur, yaitu sebagai berikut:

  1. 1.       Membaca Naskah Asli

Langkah pertama dalam pembuatan ringkasan adalah membaca naskah asli satu atau dua kali untuk mengetahui kesan umum dan maksud pengarang serta sudut pandangnya.

  1. 2.       Mencatat Gagasan Utama

Setelah penulis menangkap maksud, kesan umum, dan sudut pandang pengarang asli, maka langkah selanjutnya adalah mencatat semua gagasan utama atau gagasan yang penting.

  1. 3.       Mengadakan Reproduksi

Dengan menggunakan catatan-catatan yang diperoleh pada langkah kedua dan kesan umum yang diperoleh pada langkah pertama, maka penulis sudah siap untuk membuat ringkasan. Yang harus diperhatikan oleh penulis adalah ia harus menyusun kalimat-kalimat baru, merangkai semua gagasan kedalam suatu wacana yang jelas dan dapat diterima oleh akal sehat.

  1. 4.       Ketentuan Tambahan

Disamping ketiga langkah diatas, masih ada beberapa ketentuan tambahan yang perlu diperhatikan dalam menyusun ringkasan, yaitu:

  • Sebaiknya menggunakan kalimat majemuk.
  • Bila mungkin, ringkaslah kalimat menjadi frasa, dan frasa menjadi kata.
  • Jumlah alinea tergantung dari besarnya ringkasan dan jumlah topik utama yamg dimasukkan kedalam ringkasan.
  • Bila mungkin, semua kata keterangan atau kata sifat dibuang.
  • Pertahankan susunan gagasan asli, serta ringkaslah gagasan itu dalam urutan seperti urutan naskah asli.
  • Untuk membedakan ringkasan atas tulisan biasa dan sebuah pidato atau ceramah yang menggunakan sudut pandang Orang Pertama Tunggal atau Jamak, maka rinkasan pidato itu harus ditulis dengan sudut pandang Orang Ketiga.
  • Biasanya untuk suatu ringkasan ditentukan panjang ringkasan finalnya.
  1. C.       Contoh Ringkasan

           BUKU : CAPUNG

Judul Buku            : MENGENAL CAPUNG

Penulis                   : Shanti Susanti

Penerbit                  : Puslitbang Biologi – LIPI

Tahun penerbit       : 1998

Ringkasan              :

Capung adalah binatang yang menarik, memiliki 4 sayap, kepala besar, antenna, toraks yang kuat dan kaki yang sempurna. Mata capung sangat besar disebut mata majemuk, terdiri dari ommatidium. Dengan ini dia bisa melihat ke segala arah dan mendektesi gerakan yang jauhnya lebih dari 10 meter. Dan kakinya sangat kuat jadi diggunakan untuk hinggap di suatu tempat, bukan untuk berjalan.

Capung hidup seluruh dunia, paling banyak ditemukan di daerah tropis seperti Indonesia. Di Indonesia terdapat sekitar 750 jenis capung. Capung juga dapat hidup di pengunungan tinggi dan kawasan kutub utara.

Capung menghabiskan sebagian hidupnya sebagai nimfa (sepasin) yang sangat bergantung pada perairan  seperti sungai, sawah, danau, kolam, atau rawa.

Capung mengalami daur hidupnya sebanyak tiga tahap, yaitu telur, nimfa, dan dewasa. Daur ini termasuk metamorfosis tidak lengkap. Nimfa terkenal dengan pemangsa yang ganas di dalam air dan bernafas dengan insang. Pada waktuknya selama lima tahun nimfa naik ke atas permukaan, memanjat tumbuhan dan berubah menjadi capung dewasa.

Telur capung ada yang panjang dan bulat, telurnya terdapt sebuah lubang untuk dimasuki sperma sebelum ditaruh oleh induknya. Selama 1-3 minggu telur akan menetas. Selain itu telur dapat sebagai makanan ikan besar.

Perilaku menarik capung, capung kawin dengan cara yang aneh. Capung akan melakukan perkawinan dengan terbang, dengan menggunakan ekornya capung jantan akan mencengkram bagian kepala betina, lalu betina membengkokkan ujung perutnya menuju alat kelamin jantan yang sudah tersi sperma. Dan capung memiliki kebiasaan  untuk berjemur.

Manfaat capung bagi kehidupan manusia ada banyak salah satunya adalah. Capung sebagai inspirasi para seniman lukis,perancang mode, penulis puisi dan lagu. Dapat juga sebagai makanan perangsang, sebagai obat, dan digunakan untuk menghentikan kebiasaan mengompol pada anak- anak dengan cara si capung menggelitik pusar anak tersebut. Capung dapat juga sebagai pembasmi binatang kecil yang berbahaya sepertijentik- jentik nyamuk.

Capung merupakan binatang yang akan punah karena habitat yang rusak karena ulah manusia. Oleh sebab itu, capung harus dilestarikan. Dengan cara tidak menangkapnya, dimakn atau dimainkan, juga harus dilestarikan tempat tinggalnya/ habitat.

BAB II

Rangkuman

  1. A.  Pengertian Rangkuman

Rangkuman disebut juga sebuah ringkasan. Rangkuman artinya kegiatan menyusun gagasan pokok/intisari suatu karangan atau buku menjadi bentuk yang ringkas atau pendek. Kamu harus perhatikan, bahwa suatu rangkuman tidak boleh mengubah ide pokok (gagasan pokok) teks aslinya.

  1. B.   Manfaat Rangkuman

Karena merangkum adalah kegiatan menyusun teks/bacaan menjadi ringkas, maka akan banyak manfaat yang diperoleh dari membaca rangkuman. Adapun beberapa manfaat dari suatu rangkuman, antara lain sebagai berikut.

  • Menemukan secara cepat informasi yang dibutuhkan.
  • Menemukan bagian-bagian penting isi buku.
  • Dapat menggambarkan keadaan mengenai isi buku.
  • Waktu yang digunakan untuk membaca jauh lebih singkat.
  • Membantu keperluan yang sifatnya praktis. Misalnya butuh intisari buku dalam waktu yang singkat.
  1. C.  Langkah-Langkah Merangkum

Agar hasil rangkumanmu menjadi baik, ada langkah-langkah yang perlu kamu perhatikan. Langkah-langkah merangkum adalah sebagai berikut.

  • Bacalah teks secara cermat dan efektif, sampai kamu dapat menangkap gagasan utama, kesan umum, sudut pandang, dan tema utama dari teks.
  • Catatlah bagian-bagian yang kamu anggap penting.
  • Tulislah informasi berdasarkan bagian-bagian yang kamu anggap penting tersebut.
  • Tulislah ulang intisari bacaan ke dalam bentuk kalimat tidak langsung, bergaya orang ketiga (penceritaan). Gunakan bahasa sendiri, bukan bahasa teks/buku yang diambil secara utuh, menyeluruh, lengkap, sekalipun dalam bentuk penuturan yang singkat.
  • Tidak memasukkan pikiran, ilustrasi, atau contoh sendiri.
  • Tidak mengubah keseimbangan dan penekanan pengarang asli.
  • Menyusun draf atau kerangka untuk membuat intisari bacaan.
  • Susun draf menjadi bentuk rangkuman yang baik.
  1. D.  Contoh Merangkum

Mengenal Pestisida

Pestisida adalah bahan kimia beracun yang digunakan untuk mengendalikan hama, baik berupa tanaman pengganggu (gulma), serangga, binatang pengerat, cendawan (jamur), bakteri, virus, maupun cacing. Contoh dari pestisida adalah obat nyamuk, DDT, dan obat tikus.

Pestisida umumnya digunakan oleh petani untuk mengendalikan hama tanaman, seperti tikus pada tanaman padi, ulat pada tanaman sayuran, serta virus pada tanaman jeruk. Pestisida juga banyak digunakan di rumah dan perkantoran, seperti pada penyemprotan pestisida untuk menghindari wabah penyakit malaria yang dijangkitkan oleh nyamuk.

Pestisida mengendalikan ulat
pada tanaman sayuran.

Berdasarkan sasaran penggunaannya, pestisida dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam, yaitu herbisida untuk membasmi gulma (contohnya atrazin yang banyak digunakan pada ladang gandum), insektisida untuk membasmi serangga (contohnya adalah DDT yang sangat ampuh untuk memberantas serangga), fungisida untuk membasmi jamur, rodentisida untuk membasmi binatang pengerat, nematisida untuk membasmi cacing, dan bakterisida untuk membasmi bakteri.
Dampak Negatif Pestisida

Selain bersifat menguntungkan, penggunaan pestisida juga dapat merugikan. Sifat yang merugikan ini akan muncul jika penggunaannya tidak tepat. Beberapa kerugian yang dapat ditimbulkan dari penggunaan pestisida antara lain timbulnya resistansi (daya tahan) pada jasad pengganggu sasaran, timbulnya jasad pengganggu sekunder, keracunan yang dapat berakibat kematian pada manusia dan hewan peliharaan, kematian musuh alami jasad pengganggu, kematian jasad lainnya yang bukan sasaran, masalah residu pestisida pada tanaman dan hasil tanaman, serta pencemaran lingkungan yang dapat ditimbulkan.

Insektisida 

Insektisida adalah jenis pestisida yang digunakan untuk memberantas serangga. Zat penting dalam insektisida dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu organoklor, organofosfat, dan karbamat.

Organoklor adalah senyawa organik yang mengandung unsur klor, misalnya DDT, aldrin, dan lindan. Senyawa organoklor sukar terurai dan larut dalam lemak. Organofosfat adalah senyawa organik yang mengandung anion fosfat, seperti malation, diazinon, dan paration. Senyawa organofosfat umumnya lebih beracun daripada senyawa organoklor (kecuali DDT), terakumulasi dalam lemak, tetapi lebih mudah terurai di alam. Karena itu, penggunaan senyawa ini sebagai insektisida semakin meningkat. Adapun karbamat adalah insektisida yang berasal dari derivat (turunan) ester-ester metil karbamat yang mempunyai rumus kimia NH(CH3)(COOH). Senyawa karbamat tidak terakumulasi dalam lemak dan mudah terurai, misalnya karbaril dan furadan.
DDT(dikloro difenil trikloroetana)

DDT (dikloro difenil trikloroetana) adalah insektisida jenis organoklor yang mempunyai rumus kimia HCfCgH2CDCCIg. Pada Perang Dunia II, DDT yang dicampur dengan bedak digunakan tentara untuk menghindari penyakit malaria dalam medan pertempuran. DDT mempunyai efek samping yang sangat berbahaya bagi manusia. DDT dapat merusak sel syaraf, serta menghambat metabolisme kalsium untuk pertumbuhan gigi dan tulang. Karena efek samping dari DDT lebih banyak merugikan daripada manfaatnya, sekarang DDT sudah dilarang di beberapa negara maju.

Sumber: Ensiklopedia Umum untuk Pelajar

BAB III

IKHTISAR

  1. A.      Pengertian Ikhtisar

Pada dasarnya sama dengan ringkasan dilihat dari tujuannya, keduanya mengambil betuk kecil dari suatu karangan panjang. Perbedaannya ikhtisar tidak mempertahankan urutan gagasan yang membangun karangan itu, terserah pada pembuat ikhtisar. Untuk mengambil inti dia bebas mengambil kata-kata, asal tetap menunjukan inti dari bacaan tersebut.

Ciri- ciri ikhtisar:

  1. Tidak mempertahnkan urutan gagasan
  2. Bebas mengkombinasikan kata-kata asal tidak menyimpang dari inti.
  3. Tujuannya untuk mengambil inti.
  1. B.       Langkah-langkah Membuat Ikhtisar

Langkah-langkah MembuatIkhtisaridak jauh berbebeda dengan Rangkuman, yaitu sebagai berikut:

1. Membaca Naskah Asli

Langkah pertama dalam pembuatan ringkasan adalah membaca naskah asli satu atau dua kali untuk mengetahui kesan umum dan maksud pengarang serta sudut pandangnya.

2. Mencatat Gagasan Utama

Setelah penulis menangkap maksud, kesan umum, dan sudut pandang pengarang asli, maka langkah selanjutnya adalah mencatat semua gagasan utama atau gagasan yang penting.

3. Mengadakan Reproduksi

Dengan menggunakan catatan-catatan yang diperoleh pada langkah kedua dan kesan umum yang diperoleh pada langkah pertama, maka penulis sudah siap untuk membuat ringkasan. Yang harus diperhatikan oleh penulis adalah ia harus menyusun kalimat-kalimat baru, merangkai semua gagasan kedalam suatu wacana yang jelas dan dapat diterima oleh akal sehat.

4. Ketentuan Tambahan

Disamping ketiga langkah diatas, masih ada beberapa ketentuan tambahan yang perlu diperhatikan dalam menyusun ringkasan, yaitu:

  • Sebaiknya menggunakan kalimat majemuk.
  • Bila mungkin, ringkaslah kalimat menjadi frasa, dan frasa menjadi kata.
  • Jumlah alinea tergantung dari besarnya ringkasan dan jumlah topik utama yamg dimasukkan kedalam ringkasan.
  • Bila mungkin, semua kata keterangan atau kata sifat dibuang.
  • Pertahankan susunan gagasan asli, serta ringkaslah gagasan itu dalam urutan seperti urutan naskah asli.
  • Untuk membedakan ringkasan atas tulisan biasa dan sebuah pidato atau ceramah yang menggunakan sudut pandang Orang Pertama Tunggal atau Jamak, maka rinkasan pidato itu harus ditulis dengan sudut pandang Orang Ketiga.
  • Biasanya untuk suatu ringkasan ditentukan panjang ringkasan finalnya.
  1. C.  Contoh Ikhtisar

           BUKU : CAPUNG

Judul Buku            : MENGENAL CAPUNG

Penulis                   : Shanti Susanti

Penerbit                  : Puslitbang Biologi – LIPI

Tahun penerbit       : 1998

Ringkasan              :

Capung adalah binatang yang menarik, memiliki 4 sayap, kepala besar, antenna, toraks yang kuat dan kaki yang sempurna. Mata capung sangat besar disebut mata majemuk, terdiri dari ommatidium. Dengan ini dia bisa melihat ke segala arah dan mendektesi gerakan yang jauhnya lebih dari 10 meter. Dan kakinya sangat kuat jadi diggunakan untuk hinggap di suatu tempat, bukan untuk berjalan.

Capung hidup seluruh dunia, paling banyak ditemukan di daerah tropis seperti Indonesia. Di Indonesia terdapat sekitar 750 jenis capung. Capung juga dapat hidup di pengunungan tinggi dan kawasan kutub utara.

Capung menghabiskan sebagian hidupnya sebagai nimfa (sepasin) yang sangat bergantung pada perairan  seperti sungai, sawah, danau, kolam, atau rawa.

Capung mengalami daur hidupnya sebanyak tiga tahap, yaitu telur, nimfa, dan dewasa. Daur ini termasuk metamorfosis tidak lengkap. Nimfa terkenal dengan pemangsa yang ganas di dalam air dan bernafas dengan insang. Pada waktuknya selama lima tahun nimfa naik ke atas permukaan, memanjat tumbuhan dan berubah menjadi capung dewasa.

Telur capung ada yang panjang dan bulat, telurnya terdapt sebuah lubang untuk dimasuki sperma sebelum ditaruh oleh induknya. Selama 1-3 minggu telur akan menetas. Selain itu telur dapat sebagai makanan ikan besar.

Perilaku menarik capung, capung kawin dengan cara yang aneh. Capung akan melakukan perkawinan dengan terbang, dengan menggunakan ekornya capung jantan akan mencengkram bagian kepala betina, lalu betina membengkokkan ujung perutnya menuju alat kelamin jantan yang sudah tersi sperma. Dan capung memiliki kebiasaan  untuk berjemur.

Manfaat capung bagi kehidupan manusia ada banyak salah satunya adalah. Capung sebagai inspirasi para seniman lukis,perancang mode, penulis puisi dan lagu. Dapat juga sebagai makanan perangsang, sebagai obat, dan digunakan untuk menghentikan kebiasaan mengompol pada anak- anak dengan cara si capung menggelitik pusar anak tersebut. Capung dapat juga sebagai pembasmi binatang kecil yang berbahaya sepertijentik- jentik nyamuk.

Capung merupakan binatang yang akan punah karena habitat yang rusak karena ulah manusia. Oleh sebab itu, capung harus dilestarikan. Dengan cara tidak menangkapnya, dimakn atau dimainkan, juga harus dilestarikan tempat tinggalnya/ habitat.

Download :
1. Word
2. Power Point

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s